Rabu, 30 Desember 2009

Sikap Pekerja & Kepuasan Kerja

SIKAP PEKERJA & KEPUASAN KERJA

Setiap orang yang bekerja, baik di perkantoran, sekolah maupun Lembaga-lembaga lainnya pasti mengharapkan adanya kepuasan yang diperoleh dari pekerjaannya tersebut.
Kepuasan kerja adalah hal yang individual yang dimiliki oleh setiap pekerja, tingkat kepuasannya pun berbeda pada setiap orang. Semakin banyak kesesuaian antara pekerjaan dengan apa yang diharapkannya akan semakin tinggi pula kepuasan kerja yang dirasakannya. Demikian pula sebaliknya semakin sedikit kesesuaian antara pekerjaan dengan apa yang diharapkannya akan semakin rendah pula kepuasan kerja yang dirasakannya.
Contohnya saja Para atlet olahraga di negara kita.
Para atlet merasakan kepuasan atas pekerjaannya itu. Seperti dalam korelasi kepuasan kerja yaitu motivasi dan prestasi kerja.
Dengan motivasi mereka akan berusaha untuk melakukan sesuatu agar dapat mencapai kepuasan dari pekerjaannya tersebut. Contohnya saja memperoleh medali emas dari setiap ajang pertandingan, terlebih lagi pertandingan yang bergengsi akan membuat para atlet merasa puas akan usahanya. Inilah yang dinamakan prestasi kerja, dengan adanya prestasi kerja yang dihasilkan maka akan membuat para atlet menjadi lebih produktif lagi sehingga memperoleh kepuasan kerja. Tentu saja prestasi kerja ini pun di berikan reward yang dapat membuat para atlet menjadi termotivasi lagi seperti bonus, upah ataupun hadiah yang membuat mereka mencapai kepuasan atas hasil kerjanya.
Selain itu, kepuasan yang mereka dapatkan pula sebagai atlet yaitu lingkungan asrama Pelatnas yang menunjang untuk berkembanganya potensi mereka, aman, nyaman dan hubungan yang harmonis dengan sesama penghuni asrama Pelatnas. Dukungan dari ketua dalam bidang olahraga yang terkait maupun Menpora juga bisa membangkitkan motivasi mereka sekaligus puas terhadap pekerjaannya karena mendapatkan dukungan sepenuhnya. Dan ini sesuai dengan Teori Kepuasan Kerja yaitu teori dua faktor yaitu Motivators ( faktor-faktor atau situasi yang dibuktikannya sebagai sumber kepuasan kerja yang terdiri dari prestasi, pengakuan, wewenang, tanggungjawab dan promosi ) dan hygiene Factors ( faktor-faktor yang terbukti menjadi sumber kepuasan, terdiri dari gaji, insentif, pengawasan, hubungan pribadi, kondisi kerja dan status ).
Terdapat hubungan antara pelaksanaan kerja dan kepuasan kerja, menurut Schemerhorn yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah pekerjaan itu sendiri (Work It self),Setiap pekerjaan memerlukan suatu keterampilan tertentu. Sukar tidaknya suatu pekerjaan serta perasaan seseorang bahwa keahliannya dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan tersebut, akan meningkatkan atau mengurangi kepuasan kerja.
Disamping kepuasan kerja, para atlet yang masih aktif juga merasakan adanya ketidakpuasan dari pekerjaan yang digelutinya. Beberapa contoh dari ketidakpuasan itu seperti tidak dimasukkannya nama mereka dalam pertandingan yang bergengsi seperti SEA Games, kurangnya pengembangan potensi yang dilakukan oleh Pelatnas, dan lain-lain. Yang akhirnya menimbulkan suatu tindakan yang tidak diharapkan seperti agresi, keluarnya atlet dari Pelatnas dan lebih memilih berlatih ditempat lain, pindah menjadi atlet di luar negeri dan lainnya. Hal ini sesuai dengan Teori Perbandingan Intrapersonal, dalam teori ini dijelaskan bahwa adanya perbedaan atau kesenjangan yang dirasakan oleh individu antara standar pribadi individu dengan apa yang diperoleh dari pekerjaannya menyebabkan ketidakpuasan kerja. Terlebih lagi para atlet yang sudah pensiun. Mereka merasa tidak puas karena seluruh hasil perjuangannya selama menjadi atlet olahraga ternyata tidak sebanding dengan apa yang sudah mereka berikan dalam mengukir prestasi selama mereka menjadi seorang atlet. Bahkan ada yang bermasalah dengan uang pensiunan mereka. Sehingga sejak mereka pensiun, mereka harus pintar-pintar dalam bertahan hidup. Misalnya saja menjadi pelatih.
Dalam menangani ketidakpuasan ini dapat ditangani dengan cara seperti mengadakan pengkajian mendalam apa saja faktor-faktor eksternal para atlet yang memengaruhi kepuasan kerja, motivasi kerja, dan kinerja dan juga dilakukan evaluasi di dalam periode waktu tertentu. Sehingga dengan melakukan cara seperti ini ketidakpuasan yang dirasakan para atlet dapat diminimalisir.

7 komentar:

  1. ya, saya setuju sekali dengan artikel yang ada di atas tersebut.karena sesungguhnya kita akan merasa puas kalau apa yang kita lakukan itu sesuai dengan apa yang yang kita inginkan sehingga kita bisa menghasilkan sesuatu yang baik pula, seperti yang dikatakan di atas yaitu prestasi tetapi disisi lain saya juga berpikir bahwa alangkah puasnya kita apabila kita bisa melakukan apa yang tidak kita sukai karena dengan begitu kita akan lebih menghargai pengorbanan kita dalam menjalankan pekerjaan yang tidak kita sukai tersebut.saya pernah membaca suatu tulisan yang mengatakan bahwa " orang yang sukses adalah orang yang berhasil mengerjakan sesuatau yang tidak ia sukai ".jadi pada ininya baik suka atau tidak akan suatu pekerjaan itu, asal kita kita punya kemauan untuk bekerja keras, berdoa dan terus berusaha niscaya kita bisa mencapai hasil yang kita harapkan.

    BalasHapus
  2. pada dasarnya manusia tidak pernah merasa puas.
    dilihat dari sisi positifnya hal ini yang membuat manusia menjadi termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya dalam rangka pencapaian akan prestasi - prestasi yang belum dicapai. dilihat dari sisi negatifnya, terkadang untuk mencapai prestasi - prestasi tersebut manusia menggunakan berbagai macam cara meskipun itu dilarang, dari sini kita bisa dapatkan bahwa manusia itu cenderung ambisius. jadi pepatah yang baik digunakan dalam rangka mengupayakan kepuasan kerja ialah , Do the best then God do the rest. karena kita hanya manusia yang terbatas. :)

    BalasHapus
  3. Sebagai pekerja kita dituntut untuk memberikan kinerja yang baik dalam setiap pekerjaan yang kita geluti. Kepuasan dapat dirasakan saat kita dapat mencapai target dari setiap pekerjaan kita. Namun seringkali kita juga diperhadapkan dengan kegagalan. Dan saat itulah kita merasa kecewa dan malas untuk melakukannya lagi atau terkadang malah membuat kita bersemangat untuk mencobanya lagi. Namun yang terpenting dari suatu pekerjaan bukan hanya hasil akhir tetapi lebih kepada proses yang kita jalani saat kita menyelesaikan setiap pekerjaan kita sehingga kita tidak akan terlalu kecewa apabila hasil akhir yang kita harapkan tidak terpenuhi. Namun kita justru mendapat pelajaran berharga dari setiap proses yang kita jalani tersebut sehingga nantinya kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

    BalasHapus
  4. tulisan diatas memang mewakilkan gambaran tentang ketidakpuasan dan kepuasan yang dirasakan oleh seorang pekerja. Namun dibalik itu semua pasti seorang pekerja akan tetap menghargai setiap apa yang dihasilkannya. Tinggal bagaimana orang lain menghargai itu semua sebagai prestasi kerja yang pekerja itu hasilkan. Terlebih lagi tentang para atlet di negara kita. Saya pun turut sedih jika melihat para atlet kita tidak bisa di berikan penghargaan yang semestinya. Padahal mereka sudah berjuang dengan gigih untuk mengharumkan nama bangsa indonesia.

    Gud Luck buat penulisan selanjutnya..

    BalasHapus
  5. setelah membaca tulisan ini saya menjadi mengetahui bahwa di dalam dunia kerja tingkat kepuasan kerja berbeda-beda,dan saya jg menjadi mengetahui cara-cara mengatasi apabila kita tidak mencapai kepuasan kerja.
    terima kasih ya atas tulisannya

    BalasHapus
  6. tulisan ini sangat bermanfaat untuk saya bekerja,
    tulisan ini bisa memberikan saya cara mengatasi apabila saya sedang tidak mencapai kepuasan kerja

    BalasHapus
  7. Saya setuju dengan artikel tersebut diatas karena sekarang ini memang banyak atlet-atlet yang setelah masa pensiun nya kurang diperhatikan lagi dan juga menjadi kurang terkenal lagi dikalangan umum.
    Setelah saya membaca artikel ini saya semakin dapat mengerti tingkat kepuasan pekerja, hal ini dapat menjadi pertimbangan saya jika nantinya saya merekrut orang untuk bekerja maupun saya melamar pekerjaan disuatu tempat.

    Terima Kasih untuk tulisan-tulisannya dan Good Luck buat artikel selanjutnya.

    BalasHapus