TUGAS PSIKOLOGI KONSUMEN
“ IKLAN ”
Nama : Agnecya Randan
Kelas : 4 PA 05
NPM : 10507007
A. Definisi Iklan
Iklan (advertising) berasal dari bahasa Yunani, yang artinya kurang lebih adalah menggiring orang pada gagasan. Iklan adalah pesan atau berita yang bertujuan untuk memberitahukan kepada masyarakat luas dan khayalak ramai tentang produk dan atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan dan siap untuk dipindahkan hak kemilikannya melalui proses jual beli.
Dalam Tata Krama dan Tata Cara Periklanan Indonesia iklan adalah segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan lewat suatu media dan dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal serta ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat.
Sementara itu, periklanan adalah serangkaian kegiatan untuk memasarkan produk dan jasa kepada masyarakat tertentu melalui media tertentu dengan sesuatu pesan atau berita. Periklanan merupakan suatu proses dan terdiri dari empat macam kegiatan yaitu penyiapan ( preparation ), perencanaan ( planning ), pelaksanaan ( execution ) dan pengawasan ( control ).
Menurut Lotfon (2004) mengatakan bahwa iklan tidak hanya hangat tetapi juga harus jelas. Untuk itu diperlukan perhatian khusus hari demi hari untuk dapat memberikan sajian iklan yang terkini dan sesuai dengan konteks perhatian masyarakat sesuai dengan sasaran iklan.
B. Tujuan Iklan
Menurut Robert V. Zacher, iklan mempunyai tujuan yang dilihat berdasarkan 2 sudut pandang sebagai berikut :
Dari sudut pandang perusahaan :
a. Menyadarkan komunikan dan memberi informasi tentang suatu barang dan jasa atau ide.
b. Menimbulkan dalam diri komunikan suatu perasaan suka akan barang dan jasa ataupun ide yang disajikan dengan memberi preferensi kepadanya.
c. Meyakinkan komunikan akan kebenaran tentang apa yang dianjurkan dalam iklan dan karenanya menggerakan untuk berusaha memiliki atau menggunakan barang atau jasa yang dianjurkan.
Dari sudut pandang konsumen :
Iklan dipandang sebagai suatu media penyedia informasi tentang kemampuan, harga, fungsi produk maupun atribut lainnya yang berkaitan dengan suatu produk.
Tujuan iklan secara umum, meliputi :
· Menciptakan pengenalan merek/ produk/ perusahaan
· Mendorong prospek untuk mencoba
· Mendukung terjadinya penjualan
· Membina loyalitas
· Mengumumkan cara baru pemanfaatan
· Meningkatkan citra
C. Fungsi dan Peran Iklan
Iklan memiliki fungsi dan peran sebagai berikut :
a. Sumber Informasi
Dengan iklan dapat membantu masyarakat untuk memilih alternative produk yang lebih baik atau lebih sesuai dengan kebutuhannya.
b. Kegiatan Ekonomi
Periklanan membuat para pelaku ekonomi tetap memproduksi dan memperdagangkan produk mereka.
c. Pembagi Beban Biaya
Periklanan membantu tercapainya skala ekonomi yang besar bagi setiap produk, sehingga menurunkan biaya produksi dan distribusi per unit atas produk tersebut, dan pada gilirannya memurahkan harga jualnya kepada masyarakat.
d. Sumber dana media
Periklanan telah menunjang harga eceran atau langganan media surat kabar.
e. Identitas Produsen
Melalui kegiatan periklanan, masyarakat akan mengetahui produsen.
f. Sarana Kontrol
Melalui kegiatan periklanan, masyrakat dapat membedakan produk-produk sah dengan tiruan.
D. Syarat-syarat Iklan
1. Bahasa Iklan
· Menggunakan pilihan kata yang tepat, menarik, sopan dan logis
· Ungkapkan atau majas yang digunakan untuk memikat dan sugesti
· Disusun secara singkat dan menonjolkan bagian-bagian yang dipentingkan
2. Isi Iklan
· Objektif dan jujur
· Singkat dan jelas
· Tidak menyinggung golongan tertentu atau produsen lain
· Menarik perhatian banyak orang
E. Prinsip-prinsip Iklan
a. Adanya pesan tertentu
Iklan tidak akan ada tanpa adanya pesan. Tanpa pesan, iklan tidak akan berwujud. Pesan yang disampaikan oleh sebuah iklan, dapat berbentuk perpaduan antara pesan verbal dan pesan non verbal.
Pesan verbal adalah pesan yang disampaikan baik secara lisan maupun tulisan. Dalam pesan verbal, iklan merupakan rangkaian kata-kata yang tersusun dari huruf vokal dan konsonan yang membentuk makna tertentu. Bentuk pesan verbal lisan dapat disampaikan melalui media audio visual. Sementara pesan verbal tulisan disampaikan melalui media cetak dan audio visual.
Semua pesan yang bukan pesan verbal adalah pesan non verbal. Sepanjang bentuk non verbal tersebut mengandung arti, maka ia dapat disebut sebagai sebuah pesan komunikasi. Pesan non verbal dapat berupa non verbal visual, non verbal auditif dan non verbal visual. Pesan non verbal visual adalah pesan yang dapat diterima khususnya melalui indra mata. Pesan non verbal visual secara umum terdapat tiga jenis, yaitu berbentuk kinestetik, proksemik dan artifaktual.
b. Dilakukan oleh Komunikator ( sponsor )
Pesan iklan ada karena dibuat oleh komunikator. Sebaliknya, bila tidak ada komunikator, maka tidak akan ada pesan iklan. Dengan demikian, ciri sebuah iklan adalah bahwa pesan tersebut dibuat dan disampaikan oleh komunikator atau sponsor tertentu secara jelas. Komunikator dalam iklan dapat datang dari perseorangan, kelompok masyarakat, lembaga atau organisasi bahkan Negara.
c. Dilakukan dengan cara Non Personal
Dari pengertian iklan yang diberikan, hampir semua menyepakati bahwa iklan merupakan penyampaian pesan yang dilakukan secara non personal. Non personal artinya tidak dalam bentuk tatap muka. Penyampaian pesan dapat disebut iklan bila dilakukan melalui media.
d. Disampaikan untuk Khayalak Tertentu
Dalam dunia periklanan, khayalak sasaran cenderung bersifat khusus. Pesan yang disampaikan tidak dimaksudkan untuk diberikan kepada semua orang, melainkan kelompok target audience tertentu. Sasaran khayalak yang dipilih tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa pada dasarnya setiap kelompok khusus audience memiliki kesukaan, kebutuhan, keinginan, karakteristik dan keyakinan yang khusus. Dengan demikian, pesan yang diberikan harus dirancang khusus yang sesuai dengan target khayalak.
F. Jenis-jenis Iklan
Ø Berdasarkan tujuannya, iklan dibagi menjadi 3, yaitu :
1. Commercial Advertising
Iklan jenis ini bertujuan untuk mendukung kampanye pemasaran suatu produk atau jasa.
Iklan ini terbagi menjadi dua :
a. Iklan Strategis
Digunakan untuk membangun merek. Hal itu dilakukan dengan mengkomunikasikan nilai merek dan manfaat produk. Perhatian utama dalam jangka panjang adalah memposisikan merek serta membangun pangsa pikiran dan pangsa pasar. Iklan ini mengundang konsumen untuk menikmati hubungan dengan merek serta meyakinkan bahwa merek ini ada bagi para pengguna.
b. Iklan Taktis
Memiliki tujuan yang mendesak. Iklan ini dirancang untuk mendorong konsumen agar segera melakukan kontak dengan merek tertentu. Pada umumnya iklan ini memberikan penawaran khusus jangka pendek yang memacu konsumen memberikan respon pada hari yang sama.
2. Corporate Advertising
Iklan yang bertujuan membangun citra suatu perusahaan yang pada akhirnya diharapkan juga membangun citra positif produk-produk atau jasa yang diproduksi oleh perusahaan tersebut. Iklan corporate akan efektif bila didukung oleh fakta yang kuat dan relevan dengan masyrakat, mempunyai nilai berita dan biasanya selalu dikaitkan dengan kegiatan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Iklan corporate sering kali berbicara tentang nilai-nilai warisan perusahaan, komitmen perusahaan kepada pengawasan mutu, peluncuran merek dagang atau logo perusahaan yang baru atau mengkomunikasikan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar.
3. Public Service Advertising
Iklan Layanan Masyarakat merupakan bagian dari kampanye social marketing yang bertujuan menjual gagasan atau ide untuk kepentingan atau pelayanan masyarakat. Biasanya pesan Iklan Layanan Masyarakat berupa ajakan, pernyataan atau himbauan kepada masyarakat untuk melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan demi kepentingan umum atau merubah perilaku yang “tidak baik” supaya menjadi lebih baik, misalnya masalah kebersihan lingkungan, mendorong penghargaan terhadap perbedaan pendapat, anti narkoba dan sebagainya.
Ø Berdasarkan pendanaannya iklan dibagi menjadi 2, yakni :
1. Iklan Gratis
Iklan gratis adalah iklan yang dalam pemasangannya tidak memerlukan biaya. Contoh dari iklan gratis adalah iklan baris yang dapat dipasang di situs iklanbarisgratis1.com
2. Iklan berbayar
Iklan berbayar adalah iklan yang dalam pemasangannya memerlukan biaya. Contoh iklan berbayar sangat banyak seperti iklan di TV, di radio, di koran, poster, reklame dan billboard yang memerlukan biaya dalam pemasangannya.
Ø Berdasarkan sifatnya, iklan dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
1. Iklan Komersial
Iklan komersial adalah iklan yang menawarkan barang dan jasa. Sebagian besar iklan yang kita temui di berbagai tempat merupakan iklan komersial.
2. Iklan Non Komersial
Iklan non komersial biasa disebut juga sebagai iklan sosial atau iklan layanan masyarakat. Iklan layanan masyarakat ini tidak bertujuan untuk menawarkan barang dan jasa. Biasanya iklan ini bertujuan untuk pencapaian kondisi berkehidupan yang lebih bail (menurut pemasang iklan). Contohnya antara lain ; iklan tentang narkoba, iklan tentang rokok, iklan tentang pemanasan global, iklan tentang pencemaran air, dan iklan tentang penggundulan hutan.
Ø Berdasarkan media yang digunakan, iklan dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Iklan Cetak
Iklan cetak adalah iklan yang penyebarannya dilakukan melalui media cetak. Contoh iklan cetak antara lain; poster, spanduk, baliho, reklame, iklan baris di koran, flyer atau selebaran.
2. Iklan Elektronik
Iklan elektronik adalah iklan yang penyebarannya melalui media elektronik. Contoh dari iklan elektronik antara lain; iklan di TV, di Radio, iklan di Internet. Iklan di internet masih dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain : banner, iklan baris, stramming, dll.
Ø Berdasarkan efektifitasnya, iklan dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Iklan Efektif
Iklan efektif adalah iklan yang dapat menyampaikan informasi dari pemasang iklan kepada penerima iklan. Faktor-faktor yang menentukan keefektifan suatu iklan antara lain kepadatan materi, kesederhanaan bahasa, dll.
2. Iklan Tidak Efektif
Kebalikan dari iklan efektif adalah iklan tidak efektif. Secara sederhana, iklan tidak efektif adalah iklan yang tidak mampu menyampaikan informasi dari pemasang iklan kepada pembaca iklan. Entah karena terlalu panjang, bertele-tele, atau bahasa yang terlalu rumit dan kurang dipahami oleh penerima iklan.
G. Contoh Iklan Berdasarkan Kategori
a. Peralatan Komunikasi
Contohnya; Handphone, Pager, Radio Amatir, Telepon, Wartel, dll.
b. Bidang Jasa
Contohnya; Antar Jemput/ Travel, Arsitektur, Baby Sitter & PRT, Badut Pesta, Konsultan, Kursus/ Ketrampilan, Laundry, Pengurusan Dokumen, Percetakan, Sedot WC, Service/ Perbaikan Alat, dll.
c. Peralatan Elektonik
Contohnya; AC, Kipas Angin, Kulkas, Lampu, Radio/ Tape, Televisi, VCD/ DVD, Video Game, dll.
d. Fashion and Mode
Contohnya; Alas Kaki, Alat Kecantikan, Jaket, Tas, Pakaian Anak-anak, Pakaian Pria & Wanita, dll.
e. Peralatan Kantor
Contohnya; Absensi, Alat Tulis Kantor, dll.
f. Kesehatan dan Kebugaran
Contohnya; Alat Fitnes/ Alat Olahraga, Jamu/ Obat, Pengobatan, dll.
g. Komputer
Contohnya; Aksesoris computer, Hardware, Laptop, Modem, Personal Computer, Printer, Software, dll.
h. Lowongan Kerja
Contohnya; Pencari Kerja, Penyedia Lowongan, dll.
i. Makanan dan Minuman
Contohnya; Bakery, Katering, Kuliner, dll.
j. Mesin
Contohnya; Alat Ukur, Generator, Packing, dll.
k. Otomotif
Contohnya; Aksesoris, Bengkel, Cuci Mobil/ Motor, Persewaan Kendaraan, Sepeda motor, Spare Parts, Tools Kit, dll.
l. Keuangan
Contohnya; Investasi, Koperasi, Perbankan, Simpan Pinjam, dll.
m. Property
Contohnya; Apartment, Dicari/ Dibeli, Dijual, Disewakan/ Dikontrakkan, Kost.
n. Rupa-Rupa
Contohnya; Hobby, Mebel, Sepeda, dll.
o. Wirausaha
Industri Kecil, Industri menengah, Kerajinan tangan, Waralaba, dll.
p. Wisata
Contohnya; Biro Perjalanan, Kolam Pemancingan, Penginapan, Tempat Wisata, dll.
q. Dunia Maya
Contohnya; Provider, Situs,Warnet, Web Development, dll.
r. Pengumuman
Contohnya; Berita Duka, Kehilangan, dll.
H. Cirri-ciri Iklan Yang Baik
· Etis
Berkaitan dengan kepantasan.
· Estetis
Berkaitan dengan kelayakan ( target market, target audiensnnya, kapan harus ditayangan ).
· Artistik
Bernilai seni sehingga mengundang daya tarik khayalak.
I. Etika/ Tata Krama Dalam Iklan
v Etika secara Umum
· Jujur ( tidak memuat konten yang tidak sesuai dengan kondisi produk yan diiklankan ).
· Tidak memicu konflik SARA
· Tidak mengandung pornografi
· Tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.
· Tidak melanggar etika bisnis, ex; saling menjatuhkan produk tertentu dan sebagainya.
· Tidak plagiat.
“ IKLAN ”
Nama : Agnecya Randan
Kelas : 4 PA 05
NPM : 10507007
A. Definisi Iklan
Iklan (advertising) berasal dari bahasa Yunani, yang artinya kurang lebih adalah menggiring orang pada gagasan. Iklan adalah pesan atau berita yang bertujuan untuk memberitahukan kepada masyarakat luas dan khayalak ramai tentang produk dan atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan dan siap untuk dipindahkan hak kemilikannya melalui proses jual beli.
Dalam Tata Krama dan Tata Cara Periklanan Indonesia iklan adalah segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan lewat suatu media dan dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal serta ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat.
Sementara itu, periklanan adalah serangkaian kegiatan untuk memasarkan produk dan jasa kepada masyarakat tertentu melalui media tertentu dengan sesuatu pesan atau berita. Periklanan merupakan suatu proses dan terdiri dari empat macam kegiatan yaitu penyiapan ( preparation ), perencanaan ( planning ), pelaksanaan ( execution ) dan pengawasan ( control ).
Menurut Lotfon (2004) mengatakan bahwa iklan tidak hanya hangat tetapi juga harus jelas. Untuk itu diperlukan perhatian khusus hari demi hari untuk dapat memberikan sajian iklan yang terkini dan sesuai dengan konteks perhatian masyarakat sesuai dengan sasaran iklan.
B. Tujuan Iklan
Menurut Robert V. Zacher, iklan mempunyai tujuan yang dilihat berdasarkan 2 sudut pandang sebagai berikut :
Dari sudut pandang perusahaan :
a. Menyadarkan komunikan dan memberi informasi tentang suatu barang dan jasa atau ide.
b. Menimbulkan dalam diri komunikan suatu perasaan suka akan barang dan jasa ataupun ide yang disajikan dengan memberi preferensi kepadanya.
c. Meyakinkan komunikan akan kebenaran tentang apa yang dianjurkan dalam iklan dan karenanya menggerakan untuk berusaha memiliki atau menggunakan barang atau jasa yang dianjurkan.
Dari sudut pandang konsumen :
Iklan dipandang sebagai suatu media penyedia informasi tentang kemampuan, harga, fungsi produk maupun atribut lainnya yang berkaitan dengan suatu produk.
Tujuan iklan secara umum, meliputi :
· Menciptakan pengenalan merek/ produk/ perusahaan
· Mendorong prospek untuk mencoba
· Mendukung terjadinya penjualan
· Membina loyalitas
· Mengumumkan cara baru pemanfaatan
· Meningkatkan citra
C. Fungsi dan Peran Iklan
Iklan memiliki fungsi dan peran sebagai berikut :
a. Sumber Informasi
Dengan iklan dapat membantu masyarakat untuk memilih alternative produk yang lebih baik atau lebih sesuai dengan kebutuhannya.
b. Kegiatan Ekonomi
Periklanan membuat para pelaku ekonomi tetap memproduksi dan memperdagangkan produk mereka.
c. Pembagi Beban Biaya
Periklanan membantu tercapainya skala ekonomi yang besar bagi setiap produk, sehingga menurunkan biaya produksi dan distribusi per unit atas produk tersebut, dan pada gilirannya memurahkan harga jualnya kepada masyarakat.
d. Sumber dana media
Periklanan telah menunjang harga eceran atau langganan media surat kabar.
e. Identitas Produsen
Melalui kegiatan periklanan, masyarakat akan mengetahui produsen.
f. Sarana Kontrol
Melalui kegiatan periklanan, masyrakat dapat membedakan produk-produk sah dengan tiruan.
D. Syarat-syarat Iklan
1. Bahasa Iklan
· Menggunakan pilihan kata yang tepat, menarik, sopan dan logis
· Ungkapkan atau majas yang digunakan untuk memikat dan sugesti
· Disusun secara singkat dan menonjolkan bagian-bagian yang dipentingkan
2. Isi Iklan
· Objektif dan jujur
· Singkat dan jelas
· Tidak menyinggung golongan tertentu atau produsen lain
· Menarik perhatian banyak orang
E. Prinsip-prinsip Iklan
a. Adanya pesan tertentu
Iklan tidak akan ada tanpa adanya pesan. Tanpa pesan, iklan tidak akan berwujud. Pesan yang disampaikan oleh sebuah iklan, dapat berbentuk perpaduan antara pesan verbal dan pesan non verbal.
Pesan verbal adalah pesan yang disampaikan baik secara lisan maupun tulisan. Dalam pesan verbal, iklan merupakan rangkaian kata-kata yang tersusun dari huruf vokal dan konsonan yang membentuk makna tertentu. Bentuk pesan verbal lisan dapat disampaikan melalui media audio visual. Sementara pesan verbal tulisan disampaikan melalui media cetak dan audio visual.
Semua pesan yang bukan pesan verbal adalah pesan non verbal. Sepanjang bentuk non verbal tersebut mengandung arti, maka ia dapat disebut sebagai sebuah pesan komunikasi. Pesan non verbal dapat berupa non verbal visual, non verbal auditif dan non verbal visual. Pesan non verbal visual adalah pesan yang dapat diterima khususnya melalui indra mata. Pesan non verbal visual secara umum terdapat tiga jenis, yaitu berbentuk kinestetik, proksemik dan artifaktual.
b. Dilakukan oleh Komunikator ( sponsor )
Pesan iklan ada karena dibuat oleh komunikator. Sebaliknya, bila tidak ada komunikator, maka tidak akan ada pesan iklan. Dengan demikian, ciri sebuah iklan adalah bahwa pesan tersebut dibuat dan disampaikan oleh komunikator atau sponsor tertentu secara jelas. Komunikator dalam iklan dapat datang dari perseorangan, kelompok masyarakat, lembaga atau organisasi bahkan Negara.
c. Dilakukan dengan cara Non Personal
Dari pengertian iklan yang diberikan, hampir semua menyepakati bahwa iklan merupakan penyampaian pesan yang dilakukan secara non personal. Non personal artinya tidak dalam bentuk tatap muka. Penyampaian pesan dapat disebut iklan bila dilakukan melalui media.
d. Disampaikan untuk Khayalak Tertentu
Dalam dunia periklanan, khayalak sasaran cenderung bersifat khusus. Pesan yang disampaikan tidak dimaksudkan untuk diberikan kepada semua orang, melainkan kelompok target audience tertentu. Sasaran khayalak yang dipilih tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa pada dasarnya setiap kelompok khusus audience memiliki kesukaan, kebutuhan, keinginan, karakteristik dan keyakinan yang khusus. Dengan demikian, pesan yang diberikan harus dirancang khusus yang sesuai dengan target khayalak.
F. Jenis-jenis Iklan
Ø Berdasarkan tujuannya, iklan dibagi menjadi 3, yaitu :
1. Commercial Advertising
Iklan jenis ini bertujuan untuk mendukung kampanye pemasaran suatu produk atau jasa.
Iklan ini terbagi menjadi dua :
a. Iklan Strategis
Digunakan untuk membangun merek. Hal itu dilakukan dengan mengkomunikasikan nilai merek dan manfaat produk. Perhatian utama dalam jangka panjang adalah memposisikan merek serta membangun pangsa pikiran dan pangsa pasar. Iklan ini mengundang konsumen untuk menikmati hubungan dengan merek serta meyakinkan bahwa merek ini ada bagi para pengguna.
b. Iklan Taktis
Memiliki tujuan yang mendesak. Iklan ini dirancang untuk mendorong konsumen agar segera melakukan kontak dengan merek tertentu. Pada umumnya iklan ini memberikan penawaran khusus jangka pendek yang memacu konsumen memberikan respon pada hari yang sama.
2. Corporate Advertising
Iklan yang bertujuan membangun citra suatu perusahaan yang pada akhirnya diharapkan juga membangun citra positif produk-produk atau jasa yang diproduksi oleh perusahaan tersebut. Iklan corporate akan efektif bila didukung oleh fakta yang kuat dan relevan dengan masyrakat, mempunyai nilai berita dan biasanya selalu dikaitkan dengan kegiatan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Iklan corporate sering kali berbicara tentang nilai-nilai warisan perusahaan, komitmen perusahaan kepada pengawasan mutu, peluncuran merek dagang atau logo perusahaan yang baru atau mengkomunikasikan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar.
3. Public Service Advertising
Iklan Layanan Masyarakat merupakan bagian dari kampanye social marketing yang bertujuan menjual gagasan atau ide untuk kepentingan atau pelayanan masyarakat. Biasanya pesan Iklan Layanan Masyarakat berupa ajakan, pernyataan atau himbauan kepada masyarakat untuk melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan demi kepentingan umum atau merubah perilaku yang “tidak baik” supaya menjadi lebih baik, misalnya masalah kebersihan lingkungan, mendorong penghargaan terhadap perbedaan pendapat, anti narkoba dan sebagainya.
Ø Berdasarkan pendanaannya iklan dibagi menjadi 2, yakni :
1. Iklan Gratis
Iklan gratis adalah iklan yang dalam pemasangannya tidak memerlukan biaya. Contoh dari iklan gratis adalah iklan baris yang dapat dipasang di situs iklanbarisgratis1.com
2. Iklan berbayar
Iklan berbayar adalah iklan yang dalam pemasangannya memerlukan biaya. Contoh iklan berbayar sangat banyak seperti iklan di TV, di radio, di koran, poster, reklame dan billboard yang memerlukan biaya dalam pemasangannya.
Ø Berdasarkan sifatnya, iklan dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
1. Iklan Komersial
Iklan komersial adalah iklan yang menawarkan barang dan jasa. Sebagian besar iklan yang kita temui di berbagai tempat merupakan iklan komersial.
2. Iklan Non Komersial
Iklan non komersial biasa disebut juga sebagai iklan sosial atau iklan layanan masyarakat. Iklan layanan masyarakat ini tidak bertujuan untuk menawarkan barang dan jasa. Biasanya iklan ini bertujuan untuk pencapaian kondisi berkehidupan yang lebih bail (menurut pemasang iklan). Contohnya antara lain ; iklan tentang narkoba, iklan tentang rokok, iklan tentang pemanasan global, iklan tentang pencemaran air, dan iklan tentang penggundulan hutan.
Ø Berdasarkan media yang digunakan, iklan dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Iklan Cetak
Iklan cetak adalah iklan yang penyebarannya dilakukan melalui media cetak. Contoh iklan cetak antara lain; poster, spanduk, baliho, reklame, iklan baris di koran, flyer atau selebaran.
2. Iklan Elektronik
Iklan elektronik adalah iklan yang penyebarannya melalui media elektronik. Contoh dari iklan elektronik antara lain; iklan di TV, di Radio, iklan di Internet. Iklan di internet masih dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain : banner, iklan baris, stramming, dll.
Ø Berdasarkan efektifitasnya, iklan dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Iklan Efektif
Iklan efektif adalah iklan yang dapat menyampaikan informasi dari pemasang iklan kepada penerima iklan. Faktor-faktor yang menentukan keefektifan suatu iklan antara lain kepadatan materi, kesederhanaan bahasa, dll.
2. Iklan Tidak Efektif
Kebalikan dari iklan efektif adalah iklan tidak efektif. Secara sederhana, iklan tidak efektif adalah iklan yang tidak mampu menyampaikan informasi dari pemasang iklan kepada pembaca iklan. Entah karena terlalu panjang, bertele-tele, atau bahasa yang terlalu rumit dan kurang dipahami oleh penerima iklan.
G. Contoh Iklan Berdasarkan Kategori
a. Peralatan Komunikasi
Contohnya; Handphone, Pager, Radio Amatir, Telepon, Wartel, dll.
b. Bidang Jasa
Contohnya; Antar Jemput/ Travel, Arsitektur, Baby Sitter & PRT, Badut Pesta, Konsultan, Kursus/ Ketrampilan, Laundry, Pengurusan Dokumen, Percetakan, Sedot WC, Service/ Perbaikan Alat, dll.
c. Peralatan Elektonik
Contohnya; AC, Kipas Angin, Kulkas, Lampu, Radio/ Tape, Televisi, VCD/ DVD, Video Game, dll.
d. Fashion and Mode
Contohnya; Alas Kaki, Alat Kecantikan, Jaket, Tas, Pakaian Anak-anak, Pakaian Pria & Wanita, dll.
e. Peralatan Kantor
Contohnya; Absensi, Alat Tulis Kantor, dll.
f. Kesehatan dan Kebugaran
Contohnya; Alat Fitnes/ Alat Olahraga, Jamu/ Obat, Pengobatan, dll.
g. Komputer
Contohnya; Aksesoris computer, Hardware, Laptop, Modem, Personal Computer, Printer, Software, dll.
h. Lowongan Kerja
Contohnya; Pencari Kerja, Penyedia Lowongan, dll.
i. Makanan dan Minuman
Contohnya; Bakery, Katering, Kuliner, dll.
j. Mesin
Contohnya; Alat Ukur, Generator, Packing, dll.
k. Otomotif
Contohnya; Aksesoris, Bengkel, Cuci Mobil/ Motor, Persewaan Kendaraan, Sepeda motor, Spare Parts, Tools Kit, dll.
l. Keuangan
Contohnya; Investasi, Koperasi, Perbankan, Simpan Pinjam, dll.
m. Property
Contohnya; Apartment, Dicari/ Dibeli, Dijual, Disewakan/ Dikontrakkan, Kost.
n. Rupa-Rupa
Contohnya; Hobby, Mebel, Sepeda, dll.
o. Wirausaha
Industri Kecil, Industri menengah, Kerajinan tangan, Waralaba, dll.
p. Wisata
Contohnya; Biro Perjalanan, Kolam Pemancingan, Penginapan, Tempat Wisata, dll.
q. Dunia Maya
Contohnya; Provider, Situs,Warnet, Web Development, dll.
r. Pengumuman
Contohnya; Berita Duka, Kehilangan, dll.
H. Cirri-ciri Iklan Yang Baik
· Etis
Berkaitan dengan kepantasan.
· Estetis
Berkaitan dengan kelayakan ( target market, target audiensnnya, kapan harus ditayangan ).
· Artistik
Bernilai seni sehingga mengundang daya tarik khayalak.
I. Etika/ Tata Krama Dalam Iklan
v Etika secara Umum
· Jujur ( tidak memuat konten yang tidak sesuai dengan kondisi produk yan diiklankan ).
· Tidak memicu konflik SARA
· Tidak mengandung pornografi
· Tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.
· Tidak melanggar etika bisnis, ex; saling menjatuhkan produk tertentu dan sebagainya.
· Tidak plagiat.
J. Teori AIDA
Teori keputusan pembelian dalam model AIDA dijelaskan dalam empat tahap sebagai berikut :
· Tahap menaruh perhatian ( Attention )
Yaitu, tahap awal dimaan konsumen mulai sadar dan mengetahui keberadaan produk yang diiklankan.
· Tahap ketertarikan ( Interest )
Yaitu, tahap dimana konsumen mulai tertarik dengan produk yang diiklankan.
· Tahap Berhasrat/berminat ( Desire )
Yaitu, tahap dimana konsumen mulai mempunyai keinginan untuk memiliki produk yang diiklankan
· Tahap memutuskan untuk aksi beli ( Action )
Yaitu, tahap dimana konsumen mulai bertindak, mencari dan membeli produk yang diiklankan.
Teori AIDA (Tjetjep Djatnika, 2007) yang mendalilkan bahwa pengambilan keputusan pembelian adalah suatu proses psikologis yang dilalui oleh konsumen atau pembeli, prosesnya yang diawali dengan tahap menaruh perhatian (Attention) terhadap barang atau jasa yang kemudian jika berkesan akan melangkah ke tahap ketertarikan (Interest) untuk mengetahui lebih jauh tentang keistimewaan produk atau jasa tersebut yang jika intensitas ketertarikannya kuat berlanjut ke tahap berhasrat/berminat (Desire) karena barang atau jasa yan gditawarkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhannya. Jika hasrat dan minatnya begitu kuat baik karena dorongan dari dalam atau rangsangan persuasive dari luar maka konsumen atau pembeli tersebut akan mengambil keputusan membeli (Action to buy) barang atau jasa yang ditawarkan.
Sumber :
http://aidainvestor.blogspot.com/2010/08/01/aida-dalam-periklanan.html
http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2033884-pengertian-iklan.html
http://orang-orang-sabar.blogspot.com/2010/04/pengertian-iklan.html
http://ambhen.wordpress.com/2010/10/03/iklan-dan-tujuan-iklan.html
http://www.denbagus.com/jenis-jenis-iklan-berdasarkan-tujuannya.html
http://id.shvoong.com/commercial-companies/2043787-pengertian-iklan.html
http://ruangdosen.wordpress.com/2010/04/04/etika-dalam-periklanan.html
Teori keputusan pembelian dalam model AIDA dijelaskan dalam empat tahap sebagai berikut :
· Tahap menaruh perhatian ( Attention )
Yaitu, tahap awal dimaan konsumen mulai sadar dan mengetahui keberadaan produk yang diiklankan.
· Tahap ketertarikan ( Interest )
Yaitu, tahap dimana konsumen mulai tertarik dengan produk yang diiklankan.
· Tahap Berhasrat/berminat ( Desire )
Yaitu, tahap dimana konsumen mulai mempunyai keinginan untuk memiliki produk yang diiklankan
· Tahap memutuskan untuk aksi beli ( Action )
Yaitu, tahap dimana konsumen mulai bertindak, mencari dan membeli produk yang diiklankan.
Teori AIDA (Tjetjep Djatnika, 2007) yang mendalilkan bahwa pengambilan keputusan pembelian adalah suatu proses psikologis yang dilalui oleh konsumen atau pembeli, prosesnya yang diawali dengan tahap menaruh perhatian (Attention) terhadap barang atau jasa yang kemudian jika berkesan akan melangkah ke tahap ketertarikan (Interest) untuk mengetahui lebih jauh tentang keistimewaan produk atau jasa tersebut yang jika intensitas ketertarikannya kuat berlanjut ke tahap berhasrat/berminat (Desire) karena barang atau jasa yan gditawarkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhannya. Jika hasrat dan minatnya begitu kuat baik karena dorongan dari dalam atau rangsangan persuasive dari luar maka konsumen atau pembeli tersebut akan mengambil keputusan membeli (Action to buy) barang atau jasa yang ditawarkan.
Sumber :
http://aidainvestor.blogspot.com/2010/08/01/aida-dalam-periklanan.html
http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2033884-pengertian-iklan.html
http://orang-orang-sabar.blogspot.com/2010/04/pengertian-iklan.html
http://ambhen.wordpress.com/2010/10/03/iklan-dan-tujuan-iklan.html
http://www.denbagus.com/jenis-jenis-iklan-berdasarkan-tujuannya.html
http://id.shvoong.com/commercial-companies/2043787-pengertian-iklan.html
http://ruangdosen.wordpress.com/2010/04/04/etika-dalam-periklanan.html