Kamis, 07 Februari 2013

8 bulan,,bukan waktu yang lama..tapi kenapa tepat di 8 bulan ini gw mulai ragu sama hubungan gw ini..entah apa yang ada dipikiran gw,apakah gw'a yang terlalu sensitif sama perasaan gw or apa,,gw ga tau..bener2 ga tau.. :(
jujur,,gw pengen balik ke waktu yang dulu. Disaat dia ngedeketin gw dengan cara tlp, sms, bbm, fb (saat2 yang sangat menyenangkan menurut gw). Tapi semakin lama,,semakin gw khawatir.
sampai saat ini perhatian dy tetep ada,ttp nunjukkin klo dy sayang sama gw, tapi gw ngerasa ada yang berkurang dan sebel'a gw ga tau apa itu.
Saat ini gw hanya berharap apa yang gw rasain itu salah..

_Ar_


Senin, 25 April 2011

Fungsi database dalam psikologi

AGNECYA RANDAN

4 PA 05

10507007

FUNGSI DATABASE DALAM PSIKOLOGI

Menurut Gordon C. Everest database adalah koleksi atau kumpulan data yang mekanis, terbagi / shared, terdefinisi secara formal dan dikontrol terpusat pada organisasi. Sedangkan menurut C.J Date database merupakan koleksi “data operasional” yang tersimpan dan dipakai oleh sistem aplikasi dari suatu organisasi. Menurut S. Attre database adalah koleksi data-data yang saling berhubungan mengenai suatu organisasi dengan macam-macam pemakaiannya. Jadi, sistem Database adalah sistem penyimpanan data memakai komputer. Database adalah sekumpulan tabel-tabel yang saling berelasi, relasi tersebut bisa ditunjukkan dengan kunci dari tiap tabel yang ada. Satu database menunjukkan satu kumpulan data yang dipakai dalam satu lingkup perusahaan atau instansi. Kegunaan database yaitu dalam mengatasi penyusunan dan penyimpanan data ataupun dalam sebuah proses pengolahan data.

Dalam bidang psikologi, database bisa digunakan dalam membantu kerja para psikolog misalnya dalam menyimpan data klien agar sistematis / rapi dan tidak tertukar dengan data klien yang lain sehingga data klien-klien tersebut dapat aman karena dalam database ada keamanan data yaitu hanya orang tertentu saja yang dapat mengakses data tersebut. Selain itu, database juga berfungsi dalam penelitian dalam psikologi misalnya penelitian tentang intelegensi pada anak-anak sekolah dasar. Agar dapat dibedakan intelegensi antara anak yang satu dengan anak yang lain maka digunakan database sehingga dapat di beri kode untuk membedakannya dan kemudian dapat dibandingkan dan dapat menghasilkan suatu informasi untuk penelitian tersebut karena database merupakan kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Dalam bidang psikologi industri dan organisasi, database digunakan untuk menyimpan data kinerja setiap pegawai sehingga dapat digunakan dalam menilai perkembangan kinerja kerja pegawai setiap tahunnya.

REFERENSI

http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2068225-pengertian-database.html

http://thekicker96.wordpress.com/pengertian-database.html

Jumat, 11 Maret 2011

Dampak Perkembangan Teknologi Informasi

AGNECYA RANDAN
10507007
4 PA 05

DAMPAK PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI
Saat ini teknologi informasi sangat berkembang dan mempengaruhi individu-individu dalam kehidupannya. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi ini, maka dapat memudahkan seseorang dalam pekerjaanya, baik sebagai seorang karyawan, dosen/guru, mahasiswa, pelajar, dan lain-lain.

Menurut Haag den Keen (1996) teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu seseorang bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi. Sedangkan menurut Martin (1999) teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi computer (perangkat keras atau lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi informasi untuk mengirimkan informasi. Menurut Williams dan Swayer (2003) teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (computer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara dan video.

Dari pengertian diatas, dapat diketahui bahwa informasi merupakan sesuatu yang penting bagi setiap individu. Dengan adanya teknologi canggih seperti ipad, laptop/komputer banyak informasi-informasi baru yang dapat diketahui oleh mereka dengan cara mencarinya di internet sehingga menambah pemahaman dari penggunanya. Misalnya, informasi tentang pelajaran/mata kuliah, kesehatan, olahraga, pernikahan, sekolah, tempat wisata, politik, berita internasional dan lain-lain. Selain itu, saat ini teknologi informasi juga sudah berkembang dengan di aplikasikannya e-learning (bentuk penerapan teknologi informasi dibidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya), e-commerce (bentuk penerapan teknologi informasi yang berkaitan dengan kegiatan yang bersifat komersial seperti aktifitas perdagangan), e-journal (berkaitan dengan informasi tentang jurnal-jurnal), e-banking (berkaitan dengan aktifitas perbankan) dan lainnya.

Disamping itu, perkembangan teknologi informasi juga menimbulkan dampak positif dan negatif bagi individu, antara lain :
a. Dari segi pendidikan, dapat memudahkan proses belajar mengajar. Misalkan dalam menyelesaikan tugas kuliah, kita dapat mencari materi dari internet. Selain itu dengan adanya website universitas, kita bisa mengetahui informasi apa yang ada, melihat nilai, mengirim tugas, dan lain-lain. Kita juga bisa membuat tulisan-tulisan tentang pendidikan yang dapat kita terbitkan di blog pribadi kita sehingga orang lain bisa membaca dan mengomentari blog kita tersebut. Adanya e-learning juga memberikan kemudahan dalam bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya yaitu pertemuan antara guru dengan murid melalui internet, diskusi, pengumpulan tugas, quis dan tanya jawab. Selain dampak positif, dari segi pendidikan ini juga bisa memberikan dampak negatif. Misalkan saja tulisan-tulisan tentang informasi pendidikan yang kita tulis di tiru oleh orang lain yang mengatasnamakan dirinya, tidak bisa bertanya lebih luas jika menggunakan e-learning, secara psikologis dampak yang ditimbulkan yaitu kurang adanya interaksi secara langsung antara guru/dosen dengan siswa/mahasiswanya.

b. Dari segi budaya, dengan adanya teknologi informasi kita bisa memberikan informasi ,memperkenalkan atau bahkan mencari tahu tentang setiap budaya yang ada sehingga banyak orang menjadi tahu tentang budaya tersebut dan mau mempelajarinya. Secara psikologis, perkembangan teknologi informasi juga dapat mempengaruhi budaya misalnya budaya Indonesia, yang dahulunya tidak sebebas sekarang dalam mengakses internet berubah menjadi masyarakat yang bebas berinternet, segala sesuatu bisa di dapat lewat internet atau mengapresiasikan sesuatu lewat internet yang terkadang tidak sesuai dengan norma.

c. Dari segi perdagangan (e-commerce). Secara psikologis perkembangan teknologi dari segi perdagangan ini memberikan dampak bagi para users yaitu pemenuhan kebutuhan setiap individu sehingga individu merasa kebutuhan mereka terpuaskan. Namun, bisa juga memberikan dampak negatif yaitu timbulnya kejahatan seperti menipu konsumen dengan menjual barang-barang yang sudah tidak bagus kualitasnya sehingga menimbulkan kekecewaan dan ketidakpercayaan pada diri konsumen untuk membeli produk tersebut.

d. Dari segi perbankan. Secara psikologis individu dapat merasa dirinya aman / tidak ada ketakutan dalam melakukan transaksi perbankan.

e. Dari segi kesehatan. Dengan adanya teknologi informasi maka akan memberikan kemudahan-kemudahan bagi individu dalam mencari informasi mengenai pengobatan-pengobatan, informasi mengenai suatu penyakit, informasi mengenai gizi, dan lain-lain.

f. Dampak negatif dari perkembangan teknologi informasi bisa membuat individu menjadi addict dengan informasi yang ada di internet dan tidak jarang ada individu yang menyebarkan informasi tidak benar. Selain itu, dengan adanya teknologi informasi yang canggih ini bisa saja informasi yang bersifat rahasia misalkan data-data suatu Negara bisa di buka oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan, sehingga Negara tersebut merasa tidak aman dan timbul kecemasan.


DAFTAR PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/24946950/Pengertian-Teknologi-Informasi.html

Jumat, 25 Februari 2011

Sistem Informasi sumber Daya Manusia

AGNECYA RANDAN

4 PA 05

10507007

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia adalah sebuah sistem berbasis komputer yang berfungsi untuk mengatur, menganalisa dan mengelola sumber daya manusia sehingga diperoleh informasi yang tepat guna pengambilan keputusan. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia merupakan pertemuan antara bidang ilmu manajemen sumber daya manusia dan teknologi informasi.

Model Sistem Informasi Sumber Daya Manusia meliputi tiga subsistem input yaitu Sistem Informasi Akuntansi (SIA) yang menyediakan data personil yang berkaitan dengan keuangan, Penelitian Sumber Daya Manusia yang berfungsi untuk mengumpulkan data melalui proyek penelitian khusus seperti penelitian suksesi, analisis dan evaluasi jabatan, serta Inteligen Sumber Daya Manusia yang berfungsi mengumpulkan data yang berhubungan dengan sumber daya manusia dari lingkungan perusahaan yang meliputi : Inteligen Pemerintah, Inteligen Pemasok, Inteligen Serikat Pekerja, Inteligen Masyarakat Global dan Inteligen Masyarakat Keuangan.

Model Sistem Informasi Sumber Daya Manusia meliputi enam subsistem output yaitu, Subsistem Perencanaan Kerja, Subsistem Perekrutan, Subsistem Manajemen Angkatan Kerja, Subsistem Tunjangan, Subsistem Benefit dan Subsistem Pelapor Lingkungan.


Dari penjelasan diatas, maka dapat dilihat sisi positif dan sisi negatif dari Sistem Informasi Sumber Daya Manusia yaitu :

Ø Sisi Positif

- Dapat memudahkan dalam proses seleksi dan rekruitmen karyawan diperusahaan

- Memudahkan dalam mengatur sistem tunjangan bagi karyawan di perusahaan

- Efektif dan efisien

- Melalui sistem informasi, maka informasi dapat lebih mudah dimengerti

- Data atau informasi yang diberikan lebih sistematis

- Mempunyai aturan-aturan tertentu dalam memproses data maupun memberikan informasi

Ø Sisi Negatif

- Dapat disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab seperti memberikan data yang palsu / menyebarkan informasi yang keliru

- Data yang bersifat rahasia dapat tersebar apabila tidak dijaga keamanannya

DAFTAR PUSTAKA

http://www.ardy.biz/2010/11/sistem-informasi-sumber-daya-manusia.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_manajemen_sumber_daya_manusia.html

Senin, 15 November 2010

Teori Tentang Iklan

TUGAS PSIKOLOGI KONSUMEN
“ IKLAN ”

Nama : Agnecya Randan
Kelas : 4 PA 05
NPM : 10507007

A. Definisi Iklan
Iklan (advertising) berasal dari bahasa Yunani, yang artinya kurang lebih adalah menggiring orang pada gagasan. Iklan adalah pesan atau berita yang bertujuan untuk memberitahukan kepada masyarakat luas dan khayalak ramai tentang produk dan atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan dan siap untuk dipindahkan hak kemilikannya melalui proses jual beli.
Dalam Tata Krama dan Tata Cara Periklanan Indonesia iklan adalah segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan lewat suatu media dan dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal serta ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat.
Sementara itu, periklanan adalah serangkaian kegiatan untuk memasarkan produk dan jasa kepada masyarakat tertentu melalui media tertentu dengan sesuatu pesan atau berita. Periklanan merupakan suatu proses dan terdiri dari empat macam kegiatan yaitu penyiapan ( preparation ), perencanaan ( planning ), pelaksanaan ( execution ) dan pengawasan ( control ).
Menurut Lotfon (2004) mengatakan bahwa iklan tidak hanya hangat tetapi juga harus jelas. Untuk itu diperlukan perhatian khusus hari demi hari untuk dapat memberikan sajian iklan yang terkini dan sesuai dengan konteks perhatian masyarakat sesuai dengan sasaran iklan.

B. Tujuan Iklan
Menurut Robert V. Zacher, iklan mempunyai tujuan yang dilihat berdasarkan 2 sudut pandang sebagai berikut :
Dari sudut pandang perusahaan :
a. Menyadarkan komunikan dan memberi informasi tentang suatu barang dan jasa atau ide.
b. Menimbulkan dalam diri komunikan suatu perasaan suka akan barang dan jasa ataupun ide yang disajikan dengan memberi preferensi kepadanya.
c. Meyakinkan komunikan akan kebenaran tentang apa yang dianjurkan dalam iklan dan karenanya menggerakan untuk berusaha memiliki atau menggunakan barang atau jasa yang dianjurkan.

Dari sudut pandang konsumen :
Iklan dipandang sebagai suatu media penyedia informasi tentang kemampuan, harga, fungsi produk maupun atribut lainnya yang berkaitan dengan suatu produk.

Tujuan iklan secara umum, meliputi :
· Menciptakan pengenalan merek/ produk/ perusahaan
· Mendorong prospek untuk mencoba
· Mendukung terjadinya penjualan
· Membina loyalitas
· Mengumumkan cara baru pemanfaatan
· Meningkatkan citra

C. Fungsi dan Peran Iklan
Iklan memiliki fungsi dan peran sebagai berikut :
a. Sumber Informasi
Dengan iklan dapat membantu masyarakat untuk memilih alternative produk yang lebih baik atau lebih sesuai dengan kebutuhannya.
b. Kegiatan Ekonomi
Periklanan membuat para pelaku ekonomi tetap memproduksi dan memperdagangkan produk mereka.
c. Pembagi Beban Biaya
Periklanan membantu tercapainya skala ekonomi yang besar bagi setiap produk, sehingga menurunkan biaya produksi dan distribusi per unit atas produk tersebut, dan pada gilirannya memurahkan harga jualnya kepada masyarakat.
d. Sumber dana media
Periklanan telah menunjang harga eceran atau langganan media surat kabar.
e. Identitas Produsen
Melalui kegiatan periklanan, masyarakat akan mengetahui produsen.
f. Sarana Kontrol
Melalui kegiatan periklanan, masyrakat dapat membedakan produk-produk sah dengan tiruan.

D. Syarat-syarat Iklan
1. Bahasa Iklan
· Menggunakan pilihan kata yang tepat, menarik, sopan dan logis
· Ungkapkan atau majas yang digunakan untuk memikat dan sugesti
· Disusun secara singkat dan menonjolkan bagian-bagian yang dipentingkan
2. Isi Iklan
· Objektif dan jujur
· Singkat dan jelas
· Tidak menyinggung golongan tertentu atau produsen lain
· Menarik perhatian banyak orang

E. Prinsip-prinsip Iklan
a. Adanya pesan tertentu
Iklan tidak akan ada tanpa adanya pesan. Tanpa pesan, iklan tidak akan berwujud. Pesan yang disampaikan oleh sebuah iklan, dapat berbentuk perpaduan antara pesan verbal dan pesan non verbal.
Pesan verbal adalah pesan yang disampaikan baik secara lisan maupun tulisan. Dalam pesan verbal, iklan merupakan rangkaian kata-kata yang tersusun dari huruf vokal dan konsonan yang membentuk makna tertentu. Bentuk pesan verbal lisan dapat disampaikan melalui media audio visual. Sementara pesan verbal tulisan disampaikan melalui media cetak dan audio visual.
Semua pesan yang bukan pesan verbal adalah pesan non verbal. Sepanjang bentuk non verbal tersebut mengandung arti, maka ia dapat disebut sebagai sebuah pesan komunikasi. Pesan non verbal dapat berupa non verbal visual, non verbal auditif dan non verbal visual. Pesan non verbal visual adalah pesan yang dapat diterima khususnya melalui indra mata. Pesan non verbal visual secara umum terdapat tiga jenis, yaitu berbentuk kinestetik, proksemik dan artifaktual.

b. Dilakukan oleh Komunikator ( sponsor )
Pesan iklan ada karena dibuat oleh komunikator. Sebaliknya, bila tidak ada komunikator, maka tidak akan ada pesan iklan. Dengan demikian, ciri sebuah iklan adalah bahwa pesan tersebut dibuat dan disampaikan oleh komunikator atau sponsor tertentu secara jelas. Komunikator dalam iklan dapat datang dari perseorangan, kelompok masyarakat, lembaga atau organisasi bahkan Negara.

c. Dilakukan dengan cara Non Personal
Dari pengertian iklan yang diberikan, hampir semua menyepakati bahwa iklan merupakan penyampaian pesan yang dilakukan secara non personal. Non personal artinya tidak dalam bentuk tatap muka. Penyampaian pesan dapat disebut iklan bila dilakukan melalui media.

d. Disampaikan untuk Khayalak Tertentu
Dalam dunia periklanan, khayalak sasaran cenderung bersifat khusus. Pesan yang disampaikan tidak dimaksudkan untuk diberikan kepada semua orang, melainkan kelompok target audience tertentu. Sasaran khayalak yang dipilih tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa pada dasarnya setiap kelompok khusus audience memiliki kesukaan, kebutuhan, keinginan, karakteristik dan keyakinan yang khusus. Dengan demikian, pesan yang diberikan harus dirancang khusus yang sesuai dengan target khayalak.

F. Jenis-jenis Iklan
Ø Berdasarkan tujuannya, iklan dibagi menjadi 3, yaitu :
1. Commercial Advertising
Iklan jenis ini bertujuan untuk mendukung kampanye pemasaran suatu produk atau jasa.
Iklan ini terbagi menjadi dua :
a. Iklan Strategis
Digunakan untuk membangun merek. Hal itu dilakukan dengan mengkomunikasikan nilai merek dan manfaat produk. Perhatian utama dalam jangka panjang adalah memposisikan merek serta membangun pangsa pikiran dan pangsa pasar. Iklan ini mengundang konsumen untuk menikmati hubungan dengan merek serta meyakinkan bahwa merek ini ada bagi para pengguna.
b. Iklan Taktis
Memiliki tujuan yang mendesak. Iklan ini dirancang untuk mendorong konsumen agar segera melakukan kontak dengan merek tertentu. Pada umumnya iklan ini memberikan penawaran khusus jangka pendek yang memacu konsumen memberikan respon pada hari yang sama.

2. Corporate Advertising
Iklan yang bertujuan membangun citra suatu perusahaan yang pada akhirnya diharapkan juga membangun citra positif produk-produk atau jasa yang diproduksi oleh perusahaan tersebut. Iklan corporate akan efektif bila didukung oleh fakta yang kuat dan relevan dengan masyrakat, mempunyai nilai berita dan biasanya selalu dikaitkan dengan kegiatan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Iklan corporate sering kali berbicara tentang nilai-nilai warisan perusahaan, komitmen perusahaan kepada pengawasan mutu, peluncuran merek dagang atau logo perusahaan yang baru atau mengkomunikasikan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar.


3. Public Service Advertising
Iklan Layanan Masyarakat merupakan bagian dari kampanye social marketing yang bertujuan menjual gagasan atau ide untuk kepentingan atau pelayanan masyarakat. Biasanya pesan Iklan Layanan Masyarakat berupa ajakan, pernyataan atau himbauan kepada masyarakat untuk melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan demi kepentingan umum atau merubah perilaku yang “tidak baik” supaya menjadi lebih baik, misalnya masalah kebersihan lingkungan, mendorong penghargaan terhadap perbedaan pendapat, anti narkoba dan sebagainya.

Ø Berdasarkan pendanaannya iklan dibagi menjadi 2, yakni :
1. Iklan Gratis
Iklan gratis adalah iklan yang dalam pemasangannya tidak memerlukan biaya. Contoh dari iklan gratis adalah iklan baris yang dapat dipasang di situs iklanbarisgratis1.com

2. Iklan berbayar
Iklan berbayar adalah iklan yang dalam pemasangannya memerlukan biaya. Contoh iklan berbayar sangat banyak seperti iklan di TV, di radio, di koran, poster, reklame dan billboard yang memerlukan biaya dalam pemasangannya.

Ø Berdasarkan sifatnya, iklan dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
1. Iklan Komersial
Iklan komersial adalah iklan yang menawarkan barang dan jasa. Sebagian besar iklan yang kita temui di berbagai tempat merupakan iklan komersial.

2. Iklan Non Komersial
Iklan non komersial biasa disebut juga sebagai iklan sosial atau iklan layanan masyarakat. Iklan layanan masyarakat ini tidak bertujuan untuk menawarkan barang dan jasa. Biasanya iklan ini bertujuan untuk pencapaian kondisi berkehidupan yang lebih bail (menurut pemasang iklan). Contohnya antara lain ; iklan tentang narkoba, iklan tentang rokok, iklan tentang pemanasan global, iklan tentang pencemaran air, dan iklan tentang penggundulan hutan.

Ø Berdasarkan media yang digunakan, iklan dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Iklan Cetak
Iklan cetak adalah iklan yang penyebarannya dilakukan melalui media cetak. Contoh iklan cetak antara lain; poster, spanduk, baliho, reklame, iklan baris di koran, flyer atau selebaran.

2. Iklan Elektronik
Iklan elektronik adalah iklan yang penyebarannya melalui media elektronik. Contoh dari iklan elektronik antara lain; iklan di TV, di Radio, iklan di Internet. Iklan di internet masih dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain : banner, iklan baris, stramming, dll.

Ø Berdasarkan efektifitasnya, iklan dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Iklan Efektif
Iklan efektif adalah iklan yang dapat menyampaikan informasi dari pemasang iklan kepada penerima iklan. Faktor-faktor yang menentukan keefektifan suatu iklan antara lain kepadatan materi, kesederhanaan bahasa, dll.

2. Iklan Tidak Efektif
Kebalikan dari iklan efektif adalah iklan tidak efektif. Secara sederhana, iklan tidak efektif adalah iklan yang tidak mampu menyampaikan informasi dari pemasang iklan kepada pembaca iklan. Entah karena terlalu panjang, bertele-tele, atau bahasa yang terlalu rumit dan kurang dipahami oleh penerima iklan.

G. Contoh Iklan Berdasarkan Kategori
a. Peralatan Komunikasi
Contohnya; Handphone, Pager, Radio Amatir, Telepon, Wartel, dll.

b. Bidang Jasa
Contohnya; Antar Jemput/ Travel, Arsitektur, Baby Sitter & PRT, Badut Pesta, Konsultan, Kursus/ Ketrampilan, Laundry, Pengurusan Dokumen, Percetakan, Sedot WC, Service/ Perbaikan Alat, dll.
c. Peralatan Elektonik
Contohnya; AC, Kipas Angin, Kulkas, Lampu, Radio/ Tape, Televisi, VCD/ DVD, Video Game, dll.
d. Fashion and Mode
Contohnya; Alas Kaki, Alat Kecantikan, Jaket, Tas, Pakaian Anak-anak, Pakaian Pria & Wanita, dll.
e. Peralatan Kantor
Contohnya; Absensi, Alat Tulis Kantor, dll.
f. Kesehatan dan Kebugaran
Contohnya; Alat Fitnes/ Alat Olahraga, Jamu/ Obat, Pengobatan, dll.
g. Komputer
Contohnya; Aksesoris computer, Hardware, Laptop, Modem, Personal Computer, Printer, Software, dll.
h. Lowongan Kerja
Contohnya; Pencari Kerja, Penyedia Lowongan, dll.
i. Makanan dan Minuman
Contohnya; Bakery, Katering, Kuliner, dll.
j. Mesin
Contohnya; Alat Ukur, Generator, Packing, dll.
k. Otomotif
Contohnya; Aksesoris, Bengkel, Cuci Mobil/ Motor, Persewaan Kendaraan, Sepeda motor, Spare Parts, Tools Kit, dll.
l. Keuangan
Contohnya; Investasi, Koperasi, Perbankan, Simpan Pinjam, dll.
m. Property
Contohnya; Apartment, Dicari/ Dibeli, Dijual, Disewakan/ Dikontrakkan, Kost.

n. Rupa-Rupa
Contohnya; Hobby, Mebel, Sepeda, dll.
o. Wirausaha
Industri Kecil, Industri menengah, Kerajinan tangan, Waralaba, dll.
p. Wisata
Contohnya; Biro Perjalanan, Kolam Pemancingan, Penginapan, Tempat Wisata, dll.
q. Dunia Maya
Contohnya; Provider, Situs,Warnet, Web Development, dll.
r. Pengumuman
Contohnya; Berita Duka, Kehilangan, dll.

H. Cirri-ciri Iklan Yang Baik
· Etis
Berkaitan dengan kepantasan.
· Estetis
Berkaitan dengan kelayakan ( target market, target audiensnnya, kapan harus ditayangan ).
· Artistik
Bernilai seni sehingga mengundang daya tarik khayalak.

I. Etika/ Tata Krama Dalam Iklan
v Etika secara Umum
· Jujur ( tidak memuat konten yang tidak sesuai dengan kondisi produk yan diiklankan ).
· Tidak memicu konflik SARA
· Tidak mengandung pornografi
· Tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.
· Tidak melanggar etika bisnis, ex; saling menjatuhkan produk tertentu dan sebagainya.
· Tidak plagiat.
J. Teori AIDA
Teori keputusan pembelian dalam model AIDA dijelaskan dalam empat tahap sebagai berikut :
· Tahap menaruh perhatian ( Attention )
Yaitu, tahap awal dimaan konsumen mulai sadar dan mengetahui keberadaan produk yang diiklankan.
· Tahap ketertarikan ( Interest )
Yaitu, tahap dimana konsumen mulai tertarik dengan produk yang diiklankan.
· Tahap Berhasrat/berminat ( Desire )
Yaitu, tahap dimana konsumen mulai mempunyai keinginan untuk memiliki produk yang diiklankan
· Tahap memutuskan untuk aksi beli ( Action )
Yaitu, tahap dimana konsumen mulai bertindak, mencari dan membeli produk yang diiklankan.
Teori AIDA (Tjetjep Djatnika, 2007) yang mendalilkan bahwa pengambilan keputusan pembelian adalah suatu proses psikologis yang dilalui oleh konsumen atau pembeli, prosesnya yang diawali dengan tahap menaruh perhatian (Attention) terhadap barang atau jasa yang kemudian jika berkesan akan melangkah ke tahap ketertarikan (Interest) untuk mengetahui lebih jauh tentang keistimewaan produk atau jasa tersebut yang jika intensitas ketertarikannya kuat berlanjut ke tahap berhasrat/berminat (Desire) karena barang atau jasa yan gditawarkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhannya. Jika hasrat dan minatnya begitu kuat baik karena dorongan dari dalam atau rangsangan persuasive dari luar maka konsumen atau pembeli tersebut akan mengambil keputusan membeli (Action to buy) barang atau jasa yang ditawarkan.

Sumber :
http://aidainvestor.blogspot.com/2010/08/01/aida-dalam-periklanan.html
http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2033884-pengertian-iklan.html
http://orang-orang-sabar.blogspot.com/2010/04/pengertian-iklan.html
http://ambhen.wordpress.com/2010/10/03/iklan-dan-tujuan-iklan.html
http://www.denbagus.com/jenis-jenis-iklan-berdasarkan-tujuannya.html
http://id.shvoong.com/commercial-companies/2043787-pengertian-iklan.html
http://ruangdosen.wordpress.com/2010/04/04/etika-dalam-periklanan.html